Siapa yang menanti perkembangan Tol Cileunyi Sumedang Dawuan atau Cisumdawu? Pada akhir tahun 2020, tol sepanjang 61,7 km itu ditargetkan selesai, lho! Hal itu diungkapkan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yakni Basuki Hadimuljono. Sampai tanggal 16 September 2019, progressnya untuk Seksi 1 Cileunyi-Ranca Kalong yakni sepanjang 10,5 Km selesai 47,7%, sementara Seksi 2 Cileunyi-Sumedang dengan panjang 17,9 Km, fase I (7,2 Km) sudah selesai 100% namun fase II yakni panjang 10,7 Km baru 71,1% saja. Kemudian untuk investor yang menangani Seksi 3, yakni 4 km dari Sumedang-Cimalaka selesai 80% dan untuk Seksi 4-6 masih di dalam proses untuk pembebasan lahan.

Dengan bantuan rekomendasi teknis dari Gubernur Jawa Barat, diharapkan koordinasi pembebasan lahan oleh Kementerian PUPR dengan melalui Ditjen Bina Marga bisa lekas terlaksana. Adapun instansi yang terkait selain Pemerintah Provinsi Jawa Barat adalah Pemerintah Kabupaten Sumedang dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) juga beberapa instansi terkait lainnya.

Terjadi kenaikan dalam biaya pengadaan lahan, dari Rp 700 miliar yang naik menjadi Rp 1,4 triliun. Sehingga diperlukan pembaruan nota kesepahaman yang telah ditandatangani sebelumnya oleh BPJT, PT. Citra Karya Jabar Tol (CKJT) bersama dengan Badan Layanan Umum (BLU) serta Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

Tak terlupakan, pembangunan berbagai fasilitas umum yang terkena pembangunan jalan tol pun mulai dilakukan, misalnya saja Kantor Desa, Sekolah Dasar, Polindes, juga sumur Deepwell yang dimiliki oleh IPDN. Kemudian khusus SDN Cijolang di Desa Margaluyu Kecamatan Tanjung Sari yang posisinya terkepung oleh Pekerjaan Galian Tol Cisumdawu dan akan dilaksanakan oleh PT. CKTJ sekitar tiga bulan ke depan, sudah tersedia lahan pengganti dan telah disediakan oleh Pemda Sumedang. Sambil menunggu, proses belajar mengajar sementara di pesantren yang sekitar 200 meter dari lokasi sekolah.

Kehadiran Tol Cisumdawu untuk menghubungkan Tol Purbaleunyi dengan Tol Cipali, supaya bisa membuat arus lalu lintas Bandung ke utara Jawa bisa lebih lancar. Sehingga bisa mendukung pengembangan kawasan “segitiga emas”, yakni Cirebon-Subang-Majalengka (Rebana) yang diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru masyarakat.

Siapa yang sudah tak sabar mencoba Tol Cisumdawu?

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here